Jumat, 20 September 2013

Antara Jilbab dan Ahlak


Tersentak sekaligus membuatku tersenyum membaca sebuah komen dari sebuah page grup di fb cara memakai jilbab, disana ada sodara lilin kecil berkomentar begini mengenai pernyataan lebih baik tidak usah memakai jilbab jika perbuatannya seperti itu, komentar beliau seperti ini maaf anda manusia atau syaitan ... kok membujuk atau menyuruh orang yang memakai jilbab untuk melepas jilbabnya agar pantas melakukan perbuatan buruk, sontak saya tertawa kecil , lebih tepatnya mentertawakn diri saya sendiri. Dulu sewwaktu masih sma saya juga berpendapat seperti itu, buat apa pakai jilbab kalo hatinya belum berjilbab malah akan mencoreng makna jilbab itu sendiri. Ternyata pernyataan saya sewaktu sma itu salah besar. Antara jilbab dan perilaku seseorang itu tidak bisa disangkut pautkan untuk menilai kebaikannya. Pernyataan seperti milik saya waktu sma itu hanyalah pembelaan diri karena saat itu saya belum mampu untuk berjilbab dan belum paham betul mengenai jilbab.

Sebetulnya jilbab itu wajib bagi semua wanita muslim yang telah baligh, baik dia berkelakuan baik maupun buruk, hal yang bersifat wajib itu harus dilakukan terlepas dari apapun status kamu, mau baik, jahat, pejabat, rakyat apapun seperti halnya sholat. Sedangkan prilaku tergantung ahlak masing-masing dimana  ahlak adalah budi perkerti yang tergantung pada pribadi masing-masing orang. 

pertanyaan seperti inilah yang kerap menimbulkan keragu-raguan pada para wanita yang ingin memutuskan untuk berjilbab, mereka khawatir jika mereka tidak dapat istiqomah, belum bisa bertingkah laku secara islami, malu ketika mendapatkan pertanyaan di atas dan pada akhirnya mereka menunda atau bahkan memutuskan untuk tidak berhijab. Menurut saya ini sangat sayang sekali, ketika saya sering dimintai pendapat oleh teman saya mengenai ini saya selalu bilang "tidak apa-apa dijalani dulu, belajar sambil berjalan yang penting sudah ada niat, jilbabi raga dulu dengan sendirinya lambat laun pasti hati kita ikut terjilbab i (merujuk dari istilah jilbabi hati dlu baru jilbabi fisik, ini yang sering diucapkan orang yang enggan berjilbab). Itu sekedar pendapat saya sebagai orang awam, saya sadari sendiri bahwa cara saya dalam berhijabpun belum baik. ulisan ini terutama saya tujukan untuk diri saya sendiri agar saya lebih termotivasi utntuk itu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar